Hi Guys


Thank U For Join Us

Jumat, 29 Januari 2010

Pembungkus Gorengan, Bekas Kotoran Manusia

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada Juli 2009 kemarin mengeluarkan peringatan publik atas penggunaan kantong plastik kresek. Terutama kantong plastik berwarna hitam yang biasa digunakan untuk membungkus makanan. Kantong plastik berwarna hitam merupakan hasil daur ulang dan dalam proses daur ulang tersebut menurut BPOM tidak diketahui riwayat penggunaan sebelumnya, apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan atau manusia, limbah logam berat, dll. Dalam proses tersebut juga ditambahkan berbagai bahan kimia yang menambah dampak bahayanya bagi kesehatan.Oleh karena itu BPOM memberikan peringatan agar semua masyarakat mulai memerhatikan hal ini. Walaupun sudah berjalan 4 bulan hingga kini belum banyak masyarakat yang mengetahui surat peringatan dari BPOM tersebut.

Pesawat Khusus Pengangkut Bonek



Kayaknya bagus juga ide di atas. Agar para bonek tidak membuat kerusuhan disetiap stasiun bila mereka naik KA. Tapi dengan naik pesawat, dijamin kagak buat kerusuhan. Yang buat rusuh, tinggal lempar aja ke bawah...bereskan!!!!

Fenomena Di Langit Yang Akan Terjadi Di Tahun 2010


Beberapa fenomena astronomi menarik akan terjadi di tahun 2010 ini. Beberapa diantaranya bahkan bisa dikategorikan 'luar biasa'. Berikut ini adalah daftarnya :
15 Januari, gerhana matahari cincin terlama
Gerhana matahari cincin akan terjadi pada Jumat 15 Januari 2010, khususnya di Afrika, India, dan China. Gerhana matahari cincin terjadi saat Bulan berada jauh dari bumi sehingga piringannya terlihat kecil dan tidak dapat menutupi seluruh piringan matahari. Piringan matahari yang tertutup oleh piringan Bulan hanya bagian tengahnya saja, sekitar 92 persen, sehingga bagian pinggir matahari tidak tertutup. Oleh karena itu piringan matahari akan terlihat dari muka bumi seperti lingkaran cincin yang bercahaya. Gerhana yang akan terjadi berdurasi 11 menit 8 detik. Menurut ilmuwan NASA, ini durasi yang sangat lama, terlama sepanjang milenium. Durasi ini tak akan terulang lagi hingga 3043!
29 Januari, Planet Mars mendekat ke bumi
Hari itu, Planet Mars hanya sejauh 61,7 juta mil dari Bumi. Ini waktu terbaik untuk para pengamat langit untuk mengamati Mars dengan menggunakan teleskop. Meski mendekat, Mars tak bisa diamati maksimal dengan mata telanjang. Mars tidak akan terlihat sebesar Bulan, untuk mata kita Mars hanya seperti bintang kecil di langit.
16 Februari, Jupiter dan Venus akan terlihat bersama
Seperti dua kapal yang melintasi senja, Venus dan Jupiter akan terlihat bersamaan dengan jarak antara 5 derajat. Saat itu Jupiter mendekati matahari, sementara Venus bergerak menjauhi sang surya.
28 Maret sampai 12 April, Venus dan Merkurius seperti berpasangan
Dua planet ini akan merupakan pasangan menarik di langit barat dan barat laut, saat senja. Jarak dua planet ini hanya sekitar lima derajat. Venus muncul ke kiri dan sedikit di atas bayangan Mercurius. Pada tanggal 3 April, mereka akan terlihat sangat dekat, hanya sedikit di atas 3 derajat.
6 Juni, dua fenomena menarik di Langit
Mars akan berjarak kurang dari satu derajat utara dari bintang biru Regulus. Konjungsi ini akan mudah terlihat di langit malam. Malam yang sama, Jupiter Uranus akan terlihat bersamaan dalam tiga seri konjungsi. Hanya ada enam konjungsi seperti ini antara tahun 1801 dan 2200. Yang terakhir pada tahun 1983 dan berikutnya akan datang antara tahun 2037-2038.
26 Juni, gerhana bulan parsial
Gerhana ini akan terjadi di Kepulauan Hawaii, barat Alaska, Australia, Selandia Baru, wilayah bagian timur Malaysia dan Asia. Di lokasi-lokasi ini, akan terlihat bagian atas bulan gelap oleh bayangan Bumi
11 Juli, Gerhana matahari total
Gerhana matahari total akan terjadi di 15 mil dari Tahiti dan Pulau Paskah. Sementara di sebuah titik lokasi di Samudera Pasifik Selatan, matahari tertutup total selama 4 menit dan 45 detik.
Awal Agustus, Trio Planet
Mars melewati kurang dari dua derajat di selatan Saturnus pada 1 Agustus. Kemudian, bayangan Venus anya lebih dari 3 derajat ke selatan sembilan hari kemudian; pada 8 Agustus. Tiga planet itu akan membentuk apa yang Jean Meeus mendefinisikan sebagai "trio," ketika tiga planet yang sesuai dalam lingkaran dengan diameter minimum lebih kecil dari 5 derajat.
12 Agustus, Hujan Meteor Perseid
Hujan meteor tahunan ini akan maksimal terjadi di langit gelap, tanpa diintervensi cahaya bulan. Sekitar 90 meteor akan jatuh tiap jamnya.
21 September, Jupiter, Besar dan Tinggi
Jupiter akan berada di langit tengah malam, yaitu, pada oposisi (-2,9 magnitudo). Dalam orbit ini, Jupiter lebih dekat daripada jarak rata-rata.
Akhir Oktober, Bumi dilintasi Komet
Komet Hartley 2 akan melintas bumi, tepatnya 11,2 juta mil dari Bumi pada pada 20 Oktober 2010, hanya seminggu sebelum komet ini melewati matahari dalam jarak dekat. Komet ini bisa dilihat dengan mata telanjang di daerah pedesaan, bukan di tengah hingar-bingar kota.
14 Desember, Hujan meteor Gemini
Hujan meteor gemini kembali terjadi. Sekitar 120 meteor per jam akan turun dan menciptakan fenomena yang indah.
20-21 Desember, Gerhana Bulan Total
Amerika Utara mendapatkan 'kursi terbaik' untuk melihat fenomena gerhana bulan total ini. Untuk Timur AS dan Kanada, fenomena ini terjadi dini hari. Untuk barat AS dan Kanada, fenomena ini terjadi pada tengah malam 20-21 Desember. Gerhana bulan ini akan terjadi selama 1 jam dan 14 menit.

Pria Tampan Menikahi Nenek 82 Tahun



Aneh! Apa sih yang membuat seorang lelaki muda dan tampan ingin menikahi wanita tua, tepatnya nenek-nenek. Pasalnya, wanita ini, Adelfa Marta Volpes, benar benar sudah sangat sepuh, usianya 82 tahun, sementara sang pemuda tampan usianya 24 tahun. Pemuda yang menjadi sorotan masyarakat itu bernama Rainaldo Waveqche. Pasangan ‘aneh' ini menikah di kota Santa Fee, 490 km sebelah utara Buenos Aires, Argentina. Konon kabarnya, Reinaldo telah tinggal bersama nenek Adelfa sejak berusia 15 tahun. Disebutkan Reinaldo baru jatuh cinta pada nenek Adelfa ketika ia berusia 18 tahun. Pasti anda semua tak percaya bahwa ini adalah cinta suci seperti seorang laki-laki mencintai seorang wanita. Dan, banyak orang tidak percaya adanya ‘cinta suci' itu dan mereka meragukan motivasi Reinaldo menikahi si nenek. Tapi apapaun anggapan orang, Reinaldo tidak perduli. Menurutnya, ia benar-benar mencintai istrinya, Adelfa, dan menikahinya murni karena cinta bukan karena uang. Pasangan pengantin baru ini kemudian menghabiskan bulan madu mereka di Rio de Janeiro, Brasil. Reinaldo mengatakan, ia lebih menyukai wanita dewasa daripada yang muda. Sementara seorang pensiunan, Ms Volpes mengatakan, perbedaan usia bukan halangan untuk mencintai. "Saya sangat senang," katanya. Sementara nenek Adelfa, istri Reinaldo mengatakan,"Reinaldo yang luar biasa: sangat baik, baik dan berpendidikan. Perbedaan usia tidak pernah penting bagi kami. " ujarnya. Pasangan beda usia ini menikah di rumah di kelilingi oleh keluarga dan teman-teman dekat. Hadir juga para wartawan yang meliput acara pernikahan unik itu. Upacara sengaja digelar di rumah atas permintaan Adelfa yang merasa usianya sudah terlalu tua, 80-an, sementara mempelai laki-laki baru 24 tahun, ini akan menimbulkan sensasi dan pasti akan terlihat konyol. Makanya, dia tidak ingin pemberkatan nikah dilakukan di gereja seperti umumnya pasangan pengantin baru. Kisah cinta unik itu berawal dari kematian ibu Reinaldo. Ibunya seorang single parent yang membesarkan Reinaldo. Kebetulan juga ibu Reinaldo ini adalah teman Adelfa. Reinaldo yang masih kecil sangat terpukul, karena ia tidak memiliki ayah, orangtua satu-satunya (ibu) pun dipanggil Yang Maha Kuasa. Kondisi menyedihkan ini membuat Adelfa tersentuh, dan menawarkan bocah ini untuk tinggal bersamanya. Jadi ketika usia Reinaldo 15 tahun, dia pun pindah tinggal bersama nenek Adelfa yang memperlakukannya dengan baik penuh kasih sayang. Pada awalnya memang tidak terjadi apa-apa. Beda usia yang sangat jauh, Reinaldo 15 tahun, Adelfa 73 tahun. Hubungan ini ibarat cucu dan nenek. Pengakuan Adelfa, hubungan mulai berkembang ke arah berbeda saat Reinaldo berusia 18 tahun. Saat itulah mulai timbul ‘bibit-bibit' cinta yang terus bersemi subur, begitu pengakuan nenek Adelfa. Tidak dijelaskan siapa yang memulai sentuhan romantic di antara keduanya. Apapun itu, yang terpenting adalah keduanya sudah menikah dan sah suami istri. Usia memang bukan halangan!! Dan yang pasti, pernikahan ini membuat banyak gadis patah hati karena Reinaldo lebih memilih nenek Adelfa ketimbang gadis-gadis muda dan cantik seumurannya.

Kamis, 28 Januari 2010

Dunia Asia Carrera Ratu Porno Sepanjang Masa


Asia Carrera, keberadaannya menghangatkan dunia film blue. Raganya yang memadukan keindahan Sakura dan keperkasaan Jerman membangkitkan gairah seks kaum Adam. Asia Carera adalah bidadari film porno. Berbicara masalah film porno tak bisa lepas dari keberadaan Asia Carrera. Wanita berkebangsaan Amerika Serikat (AS) ini dikenal sebagai bintang film porno terseksi dan terpanas sepanjang abad ini. Bukan sekadar artis semata, Asia Carera adalah seorang marketing profesional yang ahli mengelola manajemen film blue.

Untuk memuaskan para penggemarnya, Carrera selalu meluangkan waktu untuk menjawab semua e-mail masuk yang mempertanyakan tentang dirinya. Dan secara bersamaan, ia pun menjual karya-karya film blue-nya ke seluruh dunia. Kesuksesannya menjadi bintang film porno sempat mengantarkannya menjadi salah satu orang terkaya di AS. Dalam satu minggu, Asia Carera bisa mengumpulkan uang 1000 dolar. Namun tak seindah yang dibayangkan, perjalanan hidup Asia Carera tak lepas dari suka dan duka.

Tidak seperti artis karbitan, wanita pemilik bra 36 C ini memulai karier dari nol. Asia Carrera Senior Sebelum menjadi bintang film porno, wanita berdarah Jepang Jerman ini sempat menjadi bartender. Menurutnya, cara ini yang paling mudah ditempuh untuk mencari uang. Pada satu pesta, ia diminta oleh pengelola bar untuk menyajikan minuman dengan berpakaian seksi dan telanjang dada dengan honor 100 dolar. Tanpa pikir panjang, Carera menerima tawaran tersebut. Untuk menghilangkan rasa takut ia meminum vodka. Sejak itu, Carera mulai alih profesi menjadi penari striptease, dengan bayaran 300 dolar. Keindahan tubuh dan keahliannya menari itu pernah menjadikan Carera sebagai penari malam termahal di negara AS. Suskes menjadi stripper, Carera ingin merambah ke dunai film, yaitu film porno. Pada suatu hari ia berkenalan dengan seorang fotografer. Asia Carera minta dirinya difoto dan dipublikasikan menjadi bintang film panas. Langkah awal yang dilakukan adalah mendata semua alamat dan mengirimkan foto pribadi dan biodatanya pada semua majalah pria. Itu membuahkan hasil. Carera mulai mendapatkan tawaran menjadi model di majalah pria. Perlahan-lahan fotonya digemari pembaca dan meningkatkan penjualan majalah.

Kesuksesannya ini memberikan peluang bagi Carera untuk menjadi bintang film blue. Asia Carera Study atas anjuran sang fotografer, tahun 1993 ia pindah ke Los Angeles (LA). Dengan berbekal satu koper dan boneka beruang kesayangnya, Asia Carera hijrah ke LA. Di situ ia mulai berkenalan dengan sutradara bintang film porno. Bagi Carera, menjadi bintang film porno adalah pekerjaan yang menyenangkan, yang bisa menghasilkan uang banyak. Walau pekerjaan itu ditentang oleh kedua orangtuanya, namun Carera tidak memperdulikannya. Menjadi bintang film porno sudah menjadi pilihan hidupnya. Sejak menjadi bintang film blue, Asia Carera sudah memerankan sebanyak 250 film blue.

Angka ini mengalahkan bintang film porno lainnya, di antaranya Jade Marcela, artis porno asal Indonesia. Carera mempunyai berbagai jenis dap adegan film porno, dari gaya konvesional sampai modern. Di antaranya Adam and Eve Signature Series One, produksi tahun 2000; Adventures of Mighty Man, produksi 1994; American Dream Girls, produksi 1996; Anal Adventures of Suzy Superslut, produksi 1994; Art of Deception, 1996; Bangkok Boobarella, produksi 1996; Best Sex in the West, produksi 1997; dan Bad Sister, produksi 1997. Asia Carera MarrySayang kesuksesan kariernya tidak diiringi keberhasilan rumah tangganya. 19 Desember 1993 ia bercerai dengan Don Lemmon. Di perkawinan ini ia dikaruniai seorang anak perempuan bernama Catalina. Di bulan dan tahun yang sama, ia menikah kembali dengan Bud Lee, sutradara film blue. Di pernikahan kedua ini ia merasakan mendapat cinta sejati. Bagi Carera, Bud Lee adalah suami tapi juga seorang teman yang bisa mengerti kekurangan dap kelebihannya.

Liku Kehidupan Asia Carera

Asia Carera ChildAsia Carera berasal dari keluarga berpendidikan. Bapaknya seorang ahli matematika dan fisika. Kedua orangtuanya menginginkannya sekolah di Harvard, menjadi pengacara atau dokter. Tapi, Carera memilih belajar piano dan "nongkrong" bersama teman-temannya. Menjelang ulang tahun ke 17 tahun, Carera meninggalkan rumah. "Nongkrong" bersama band rock n roll dan teman sejawat. Atas bantuan teman-temannya, ia tetap sekolah. Tidak mau tergantung pada temannya, ia mencoba mencari kerja. Berhubung usianya belum 17 tahun, tidak ada perusahaan yang mau menerimanya sebagai karyawan. Ia juga sempat tinggal di asrama anak jalanan bersama ibu angkat. Ternyata tinggal bersama ibu angkat tak mengubah nasibnya.

Pola mendidik ibu angkat sama dengan ibu kandung: keras, disiplin, dan tidak boleh bermain. Harus banyak belajar. Kondisi ini membuatnya memberontak, dan setelah lulus SMA Asia Carera kembali kabur dari rumah ibu angkat. Asia Carera BeutifulDengan pendirian yang teguh, ia yakin, suatu saat hidupnya akan berumah, menjadi orang kaya. Asia Carera mendapat bea siswa, melanjutkan sekolah ke University Rutger Jurusan Bisnis. Selain untuk membiayai kuliah, uang bea siswa juga dimanfaatkannya untuk biaya hidup. Sambil kuliah, Carera bekerja di cafe sebagai bartender. Kehidupnya mulai membaik. la tidak lagi mengemis dan mengandalkan bea siswa. Begitulah. Beberapa tahun menjadi bartender, ia mulai alih profesi menjadi penari seks striptease. Perlahan namanya mulai dikenal. Sebelum menjadi artis film blue, ia juga dikenal sebagai penari malam dan cerita-cerita seks. Keahliannya menggoyangkan tubuh membuat nafsu kaum Adam terpancing. Akhir cerita, Asia Carera berhasil mengundang banyak tamu, dan menjadi daya jual bagi pengelola bar.

Fakta-Fakta Dibalik Pembuatan Film Porno

Artis porno 100% berbohong kalo mereka bilang menikmati pembuatan film bokep yg mereka peranin. Meski artis wanita bisa dibayar 10x lipat dari pemeran pria tp dalam proses pembuatan film porno bisa berlangsung 18 jam sehari untuk menghemat budget dan dalam sehari mereka bisa shoting utk 3 s/d 4 scene berbeda.

· Setiap scene nya bisa berlangsung berjam-jam tergantung dari apa aktornya bisa ”tampil” sesuai dengan harapan sang sutradara atau apa si artis yg harus istirahat dulu karena rasa sakit saat melakukan adegan hardcore. Seperti adegan anal sex yang seringkali harus dihentikan karena ada yang seharusnya ngga boleh tampil

· Saat menunggu scene berikutnya biasanya artis porno menghabiskan waktu di restroom untuk minum minuman keras atau pake narkoba biar bisa ngurangin rasa malu dan sakit dalam adegan berikutnya. Untuk diketahui di industri film porno test yang wajib dilakukan untuk tiap aktor & artis adalah test HIV (sebulan sekali) sedangkan test drugs tidak ada.

· Situasi saat shooting film porno sangat menyiksa baik secara fisik maupun mental khususnya untuk artis wanita karena 12 – 18 orang berdiri dibalik layar (bayangin aja lu ngeseks sama orang ditontonin orang-2) mulai dari sutradara & asistennya, fans berat yang dapet hadiah nonton langsung sampai tukang lampu dan fotografer yang punya hak untuk mem “freeze” adegan tertentu agar bisa diambil angle foto yang terbaik.

· Artis porno adalah pembohong profesional karena kalo mereka menceritakan kenyataan sebenernya maka hancurlah fantasi yang ada di tiap kepala ngeres para penggemar dan sekaligus menghancurkan karir “indah” mereka. Dan disinilah ironisnya karena udah terbiasa bohong para artis film bokep biasanya malah punya kemampuan akting yang lebih baik dari kebanyakan bintang hollywood.

· Sepanjang tahun 2007 9 bintang film porno meninggal karena HIV

· 66% bintang bokep menderita herpes dan sekitar 12-28% menderita penyakit menular seksual lainnya.

· Sejak tahun 1990 sudah ada 26 bintang porno mati bunuh diri.

· Sejak tahun 1990 ada 45 bintang porno meninggal akibat overdosis narkoba

· Lebih dari 90 orang bintang porno positif HIV, 25 orang masih bertahan hidup.

· Antara tahun 2003 sd 2005, 976 bintang film porno dilaporkan positif menderita penyakit menular seksual.

Adolf Hitler Bersembunyi Di Sumbawa Indonesia




Oleh : Alif Rafik Khan

Jika saja ada yang rajin menyimpan klipingan artikel harian “Pikiran Rakyat” sekitar tahun 1983, tentu akan menemukan tulisan dokter Sosrohusodo mengenai pengalamannya bertemu dengan seorang dokter tua asal Jerman bernama Poch di pulau Sumbawa Besar pada tahun 1960. Dokter tua itu kebetulan memimpin sebuah rumah sakit besar di pulau tersebut. Tapi bukan karena mengupas kerja dokter Poch, jika kemudian artikel itu menarik perhatian banyak orang, bahkan komentar sinis dan cacian! Namun kesimpulan akhir artikel itulah yang membuat banyak orang mengerutkan kening. Sebab dengan beraninya Sosro mengatakan bahwa dokter tua asal Jerman yang pernah berbincang-bincang dengannya, tidak lain adalah Adolf Hitler, mantan diktator Jerman yang super terkenal karena telah membawa dunia pada Perang Dunia II! Beberapa “bukti” diajukannya, antara lain dokter Jerman tersebut cara berjalannya sudah tidak normal lagi, kaki kirinya diseret. Tangan kirinya selalu gemetar. Kumisnya dipotong persis seperti gaya aktor Charlie Chaplin, dengan kepala plontos. Kondisi itu memang menjadi ciri khas Hitler pada masa tuanya, seperti dapat dilihat sendiri pada buku-buku yang menceritakan tentang biografi Adolf Hitler (terutama saat-saat terakhir kejayaannya), atau pengakuan Sturmbannführer Heinz Linge, bekas salah seorang pembantu dekat sang Führer. Dan masih banyak “bukti” lain yang dikemukakan oleh dokter Sosro untuk mendukung dugaannya.Keyakinan Sosro yang dibangunnya dari sejak tahun 1990-an itu hingga kini tetap tidak berubah. Bahkan ia merasa semakin kuat setelah mendapatkan bukti lain yang mendukung ‘penemuannya’. “Semakin saya ditentang, akan semakin keras saya bekerja untuk menemukan bukti-bukti lain,” kata lelaki yang lahir pada tahun 1929 di Gundih, Jawa Tengah ini ketika ditemui di kediamannya di Bandung.
Andai saja benar dr. Poch dan istrinya adalah Hitler yang tengah melakukan pelarian bersama Eva Braun, maka ketika Sosro berbincang dengannya, pemimpin Nazi itu sudah berusia 71 tahun, sebab sejarah mencatat bahwa Adolf Hitler dilahirkan tanggal 20 April 1889. “Dokter Poch itu amat misterius. Ia tidak memiliki ijazah kedokteran secuilpun, dan sepertinya tidak menguasai masalah medis,” kata Sosro, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang sempat bertugas di pulau Sumbawa Besar ketika masih menjadi petugas kapal rumah sakit Hope. Sebenarnya, tumbuhnya keyakinan pada diri Sosro mengenai Hitler di pulau Sumbawa Besar bersama istrinya Eva Braun, tidaklah suatu kesengajaan. Ketika bertugas di pulau tersebut dan bertemu dengan seorang dokter tua asal Jerman, yang ada pada benak Sosro baru tahap kecurigaan saja. Meskipun begitu, ia menyimpan beberapa catatan mengenai sejumlah “kunci” yang ternyata banyak membantu. Perhatiannya terhadap literatur tentang Hitler pun menjadi kian besar, dan setiap melihat potret tokoh tersebut, semakin yakin Sosro bahwa dialah orang tua itu, orang tua yang sama yang bertemu dengannya di sebuah pulau kecil d Indonesia! Ketidaksengajaan itu terjadi pada tahun 1960, berarti sudah dua puluh tahun lebih ia meninggalkan pulau Sumbawa Besar.
Suatu saat, seorang keponakannya membawa majalah Zaman edisi no.15 tahun 1980. Di majalah itu terdapat artikel yang ditulis oleh Heinz Linge, bekas pembantu dekat Hitler, yang berjudul “Kisah Nyata Dari Hari-Hari Terakhir Seorang Diktator”, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Try Budi Satria. Pada halaman 59, Linge mula-mula menceritakan mengenai bunuh diri Hitler dan Eva Braun, serta cara-cara membakar diri yang kurang masuk di akal. Kemudian Linge membeberkan keadaan Hitler pada waktu itu. “Beberapa alinea dalam tulisan itu membuat jantung saya berdetak keras, seperti menyadarkan saya kembali. Sebab di situ ada ciri-ciri Hitler yang juga saya temukan pada diri si dokter tua Jerman. Apalagi setelah saya membaca buku biografi ‘Hitler’. Semuanya ada kesamaan,” ungkap ayah empat anak ini. Heinz Linge menulis, “beberapa orang di Jerman mengetahui bahwa Führer sejak saat itu kalau berjalan maka dia menyeret kakinya, yaitu kaki kiri. Penglihatannya pun sudah mulai kurang terang serta rambutnya hampir sama sekali tidak tumbuh... kemudian, ketika perang semakin menghebat dan Jerman mulai terdesak, Hitler menderita kejang urat.” Linge melanjutkan, “di samping itu, tangan kirinya pun mulai gemetar pada waktu kira-kira pertempuran di Stalingrad (1942-1943) yang tidak membawa keberuntungan bagi bangsa Jerman, dan ia mendapat kesukaran untuk mengatasi tangannya yang gemetar itu.” Pada akhir artikel, Linge menulis, “tetapi aku bersyukur bahwa mayat dan kuburan Hitler tidak pernah ditemukan.”
Lalu Sosro mengenang kembali beberapa dialog dia dengan “Hitler”, saat Sosro berkunjung ke rumah dr. Poch. Saat ditanya tentang pemerintahan Hitler, kata Sosro, dokter tua itu memujinya. Demikian pula dia menganggap bahwa tidak ada apa-apa di kamp Auschwitz, tempat ‘pembantaian’ orang-orang Yahudi yang terkenal karena banyak film propaganda Amerika yang menyebutkannya. “Ketika saya tanya tentang kematian Hitler, dia menjawab bahwa dia tidak tahu sebab pada waktu itu seluruh kota Berlin dalam keadaan kacau balau, dan setiap orang berusaha untuk lari menyelamatkan diri masing-masing,” tutur Sosrohusodo. Di sela-sela obrolan, dr. Poch mengeluh tentang tangannya yang gemetar. Kemudian Sosro memeriksa saraf ulnarisnya. Ternyata tidak ada kelainan, demikian pula tenggorokannya. Ketika itu, ia berkesimpulan bahwa kemungkinan “Hitler” hanya menderita parkisonisme saja, melihat usianya yang sudah lanjut.
Yang membuat Sosro terkejut, dugaannya bahwa sang dokter mungkin terkena trauma psikis ternyata diiyakan oleh dr. Poch! Ketika disusul dengan pertanyaan sejak kapan penyakit itu bersarang, Poch malah bertanya kepada istrinya dalam bahasa Jerman. “Itu kan terjadi sewaktu tentara Jerman kalah perang di Moskow. Ketika itu Goebbels memberi tahu kamu, dan kamu memukul-mukul meja,” ucap istrinya seperti ditirukan oleh Sosro. Apakah yang dimaksud dengan Goebbels adalah Joseph Goebbels, Menteri Propaganda Jerman yang terkenal setia dan dekat dengan Hitler? Istrinya juga beberapa kali memanggil dr. Poch dengan sebutan “Dolf”, yang mungkin merupakan kependekan dari Adolf! Setelah memperoleh cemoohan sana-sini sehubungan dengan artikelnya, tekad Sosrohusodo untuk menuntaskan masalah ini semakin menggebu. Ia mengaku bahwa kemudian memperoleh informasi dari pulau Sumbawa Besar bahwa Poch sudah meninggal di Surabaya. Beberapa waktu sebelum meninggal, istrinya pulang ke Jerman. Poch sendiri konon menikah lagi dengan nyonya S, wanita Sunda asal Bandung, karyawan di kantor pemerintahan di pulau Sumbawa Besar!
Untuk menemukan alamat nyonya S yang sudah kembali lagi ke Bandung, Sosro mengakui bukanlah hal yang mudah. Namun akhirnya ada juga orang yang memberitahu. Ternyata, ia tinggal di kawasan Babakan Ciamis! Semula nyonya S tidak begitu terbuka tentang persoalan ini. Namun karena terus dibujuk, sedikit demi sedikit mau juga nyonya S berterus terang. Begitu juga dengan dokumen-dokumen tertulis peninggalan suaminya kemudian diserahkan kepada Sosrohusodo, termasuk foto saat pernikahan mereka, plus rebewes (SIM) milik dr. Poch yang ada cap jempolnya. Dari nyonya S diketahui bahwa dr. Poch meninggal tanggal 15 Januari 1970 pukul 19.30 pada usia 81 tahun di Rumah Sakit Karang Menjangan Surabaya akibat serangan jantung. Keesokan harinya dia dimakamkan di desa Ngagel. Dalam salah satu dokumen tertulis, diakuinya bahwa ada yang amat menarik dan mendukung keyakinannya selama ini. Pada buku catatan ukuran saku yang sudah lusuh itu, terdapat alamat ratusan orang-orang asing yang tinggal di berbagai negara di dunia, juga coretan-coretan yang sulit dibaca. Di bagian lainnya, terdapat tulisan steno. Semuanya berbahasa Jerman. Meskipun tidak ada nama yang menunjukkan kepemilikan, tapi diyakini kalau buku itu milik suami nyonya S. Di sampul dalam terdapat kode J.R. KepaD no.35637 dan 35638, dengan masing-masing nomor itu ditandai dengan lambang biologis laki-laki dan wanita. “Jadi kemungkinan besar, buku itu milik kedua orang tersebut, yang saya yakini sebagai Hitler dan Eva Braun,” tegasnya dengan suara yang agak parau. Negara yang tertulis pada alamat ratusan orang itu antara lain Pakistan, Tibet, Argentina, Afrika Selatan, dan Italia. Salah satu halamannya ada tulisan yang kalau diterjemahkan berarti : Organisasi Pelarian. Tuan Oppenheim pengganti nyonya Krüger. Roma, Jl. Sardegna 79a/1. Ongkos-ongkos untuk perjalanan ke Amerika Selatan (Argentina).
Lalu, ada pula satu nama dalam buku saku tersebut yang sering disebut-sebut dalam sejarah pelarian orang-orang Nazi, yaitu Prof. Dr. Draganowitch, atau ditulis pula Draganovic. Di bawah nama Draganovic tertulis Delegation Argentina da imigration Europa – Genua val albaro 38. secara terpisah di bawahnya lagi tertera tulisan Vatikan. Di halaman lain disebutkan, Draganovic Kroasia, Roma via Tomacelli 132. Majalah Intisari terbitan bulan Oktober 1983, ketika membahas Klaus Barbie alias Klaus Altmann bekas polisi rahasia Jerman zaman Nazi, menyebutkan alamat tentang Val Albaro. Disebutkan pula bahwa Draganovic memang memiliki hubungan dekat dengan Vatikan Roma. Profesor inilah yang membantu pelarian Klaus Barbie dari Jerman ke Argentina. Pada tahun 1983 Klaus diekstradisi dari Bolivia ke Prancis, negara yang menjatuhkan hukuman mati terhadapnya pada tahun 1947. “Masih banyak alamat dalam buku ini, yang belum seluruhnya saya ketahui relevansinya dengan gerakan Nazi. Saya juga sangat berhati-hati tentang hal ini, sebab menyangkut negara-negara lain. Saya masih harus bekerja keras menemukan semuanya. Saya yakin kalau nama-nama yang tertera dalam buku kecil ini adalah para pelarian Nazi!” tandasnya. Mengenai tulisan steno, diakuinya kalau ia menghadapi kesulitan dalam menterjemahkannya ke dalam bahasa atau tulisan biasa. Ketika meminta bantuan ke penerbit buku steno di Jerman, diperoleh jawaban bahwa steno yang dilampirkan dalam surat itu adalah steno Jerman “kuno” sistem Gabelsberger dan sudah lebih dari 60 tahun tidak digunakan lagi sehingga sulit untuk diterjemahkan. Tetapi penerbit berjanji akan mencarikan orang yang ahli pada steno Gabelsberger. Beberapa waktu lamanya, datang jawaban dari Jerman dengan terjemahan steno ke dalam bahasa Jerman. Sosrohusodo menterjemahkannya kembali ke dalam bahasa Indonesia. Judul catatan dalam bentuk steno itu, kurang lebih berarti “keterangan singkat tentang pengejaran perorangan oleh Sekutu dan penguasa setempat pada tahun 1946 di Salzburg”. Kota ini terdapat di Austria. Di dalamnya berkisah tentang “kami berdua, istri saya dan saya pada tahun 1945 di Salzburg”. Tidak disebutkan siapakah ‘kami berdua’ di situ. Dua insan tersebut, kata catatan itu, dikejar-kejar antara lain oleh CIC (dinas rahasia Amerika Serikat). Pada pokoknya, menggambarkan penderitaan sepasang manusia yang dikejar-kejar oleh pihak keamanan. Di dalamnya juga terdapat singkatan-singkatan yang ditulis oleh huruf besar, yang kalau diurut akan menunjukkan rute pelarian keduanya, yaitu B, S, G, J, B, S, R. “Cara menyingkat seperti ini merupakan kebiasaan Hitler dalam membuat catatan, seperti yang pernah saya baca dalam literatur yang lainnya,” Sosrohusodo memberikan alasan. Dari singkatan-singkatan itu, lalu Sosro mencoba untuk mengartikannya, yang kemudian dikaitkan dengan rute pelarian. Pelarian dimulai dari B yang berarti Berlin, lalu S (Salzburg), G (Graz), J (Jugoslavia), B (Beograd), S (Sarajevo) dan R (Roma). Tentang Roma, Sosro menjelaskan bahwa itu adalah kota terakhir di Eropa yang menjadi tempat pelariannya. Setelah itu mereka keluar dari benua tersebut menuju ke suatu tempat, yang tidak lain tidak bukan adalah pulau Sumbawa Besar di Nusantara tercinta! Ia mengutip salah satu tulisan dalam steno tadi : “Pada hari pertama di bulan Desember, kami harus pergi ke R untuk menerima suatu surat paspor, dan kemudian kami berhasil meninggalkan Eropa”. Ini, kata Sosro, sesuai dengan data pada paspor dr. Poch yang menyebutkan bahwa paspor bernomor 2624/51 diberikan di Rom (tanpa huruf akhir A)”. Di buku catatan berisi ratusan alamat itu, nama Dragonic dikaitkan dengan Roma, begitulah Sosro memberikan alasan lainnya.
Lalu mengenai Berlin dan Salzburg, diterangkannya dengan mengutip majalah Zaman edisi 14 Mei 1984. Dikatakan bahwa sejarah telah mencatat peristiwa jatuhnya pesawat yang membawa surat-surat rahasia Hitler yang jatuh di sekitar Jerman Timur pada tahun 1945. “Ini juga menunjukkan rute pelarian mereka,” katanya lagi. Lalu bagaimana komentar nyonya S yang disebut-sebut Sosro sebagai istri kedua dr. Poch? Konon ia pernah berterus terang kepada Sosro. Suatu hari suaminya mencukur kumis mirip kumis Hitler, kemudian nyonya S mempertanyakannya, yang kemudian diiyakan bahwa dirinya adalah Hitler. “Tapi jangan bilang sama siapa-siapa,” begitu Sosro mengutip ucapan nyonya S. Membaca dan menyimak ulasan dr. Sosrohusodo, sekilas seperti ada saling kait mengkait antara satu dengan yang lainnya. Namun masih banyak pertanyaan yang harus diajukan kepada Sosro, dengan tidak bermaksud meremehkan pendapat pribadinya berkaitan dengan Hitler, sebab mengemukakan pendapat adalah hak setiap warga negara. Bahkan Sosrohusodo sudah membuat semacam diktat yang memaparkan pendapatnya tentang Hitler, dilengkapi dengan sejumlah foto yang didapatnya dari nyonya S. Selain itu, isinya juga mengisahkan tentang pengalaman sejak dia lulus dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia hingga bertugas di Bima, Kupang, dan Sumbawa Besar. Ia juga telah mengajukan hasil karyanya ke berbagai pihak, namun belum ada tanggapan. “Padahal tidak ada maksud apa-apa di balik kerja saya ini, hanya ingin menunjukkan bahwa Hitler mati di Indonesia,” katanya mantap. Bukan hanya Sosro yang mempunyai teori tentang pelarian Hitler dari Jerman ke tempat lain, tapi beberapa orang di dunia ini pernah mengungkapkannya dalam media massa. Peluang untuk berteori seperti itu memang ada, sebab ketika pemimpin Nazi tersebut diduga mati bersama Eva Braun tahun 1945, tidak ditemukan bukti utama berupa jenazah!
Adalah tugas para pakar dalam bidang ini untuk mencoba mengungkap segala sesuatunya, termasuk keabsahan dokumen yang dimiliki oleh Sosrohusodo, nyonya S, atau makam di Ngagel yang disebut sebagai tempat bersemayamnya dr. Poch. Mungkin para ahli forensik dapat menjelaskannya lewat penelitian terhadap tulang-tulang jenazahnya. Semua itu tentu berpulang pada kemauan baik semua pihak...